Hujan Deras

Hujan yang teramat deras dibulan Maret
Sejuta titik menghujam jatuh ke bumi
Membawa sejuta harapan untuk benih – benih mimpi

Ini bukan air mata sang kala
Melainkan harta karun yang tumpah terburai
Untuk negeri yang katanya akan berubah haluan
Atas nama mimpi, harapan dan pengorbanan

Petir pun bergeser mencakar
Menambah sebuah tantangan
Menebarkan teror ancaman kehancuran
Atas nama penguasa, pemegang tahta kejayaan

Sanggupkah kalian berdiri bertahan
Diantara jatuhnya hujan dan lambaian halilintar
Ataukah kalian hanya akan berteduh menepi
Dan menandakan bahwa seolah semua telah mati

Untuk para petarung negeri, yang berperisai poster dan bersenjatakan janji..

Advertisements

Ilmu dan Tong Sampah

Presiden bilang wajib belajar
Belajar untuk mencari ilmu
Karena ilmu sangatlah murah
Menteri bilang wajib belajar
Belajar supaya memiliki pendidikan tinggi

Namun sayang pendidikan jauh lebih mahal daripada ilmu
Ilmu dengan mudah bisa kudapat walaupun dalam tong sampah
Tapi pendidikan mutlak harus kubayar dengan mahal

Lalu apa kabar dengan kemampuan ??
Bos bilang, “Kemampuan tidaklah penting dibandingkan dengan ijazah…”

Outsourcing

Tidak ada kata yang paling tepat untuk menjelaskan, mahkluk atau wujud apakah ini, selain sebuah konteks buram dari sebuah sistem kepegawaian yang saat ini kian marak digunakan di negeri ini. Bangsa ini memang hancur, sehancur mental pengusahanya yang hanya memikirkan isi perutnya sendiri, dengan melupakan sebuah problema klasik bernama hati nurani.

Read the rest of this entry »

BHP dan Proses Pembodohan Massal

Setelah terlaksananya perubahan beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi badan hukum milik negara (BHMN), kini muncul rencana untuk melaksanakan hal yang sama di beberapa PTN lain. PTN yang telah berubah menjadi BHMN tersebut adalah UI, ITB, UGM, IPB, UPI, USU dan Unair. BHP (Badan Hukum Pendidikan) merupakan perluasan dari status BHMN yang nantinya akan diterapkan pada PT lainnya, bahkan pada pendidikan dasar dan menengah.

Tujuan dari perubahan status PTN tersebut atau lebih sering disebut dengan otonomi kampus adalah untuk memberikan wewenang secara mandiri dalam pengelolaannya. Kampus diberikan kreativitas sebesar-besarnya untuk mencari sumber pendanaannya. Di antara bentuk kreativitas yang dimaksud adalah kreativitas dalam mengembangkan kompetensi kampus sebagai basis riset sehingga dapat menghasilkan banyak paten, serta income generating technology.

Akan tetapi, sejak pelaksanaan otonomi kampus pada tahun 1999, di beberapa PT-BHMN terjadi kenaikan biaya pendidikan, bahkan sampai tiga kali lipat. Selanjutnya, ada trend di beberapa PTN/universitas tersebut menerima mahasiswa baru dengan jalur khusus yang disertai dengan biaya khusus, hingga 60 jutaan. Sedangkan untuk program regular juga mengalami kenaikan yang signifikan, yaitu hingga 25 juta. Dengan demikian, otonomi kampus nampaknya lebih cenderung pada bentuk komersialisasi pendidikan.

Read the rest of this entry »

Cerita Si Akar Rumput

Kita adalah sekumpulan akar rumput
Mencengkeram tanah gembur yang kini beranjak gersang
Kita adalah sekumpulan akar rumput
Yang harus kenyang dengan rintik – rintik gerimis
Kita adalah sekumpulan akar rumput
Bercerai berai diantara hantaman hujan badai
Kita adalah sekumpulan akar rumput
Yang rapuh diantara bulir pasir musim kemarau
Kita adalah sekumpulan akar rumput
Yang harus selalu bercermin dalam tetesan embun pagi
Kita adalah sekumpulan akar rumput
Yang selalu disiangi dengan alasan keseimbangan ekosistem

Kita adalah sekumpulan akar rumput
Yang tampak menguning menunggu layu dan kering
Kita adalah sekumpulan akar rumput
Yang berdiri terselip diantara tanaman padi
Kami sama berwarna hijau
Tapi rumput, tetaplah rumput
Disiangi, dicabut, dan dibuang petani

..Untuk semua buruh tertindas, yang hampir tenggelam ditelan harapan – harapannya sendiri, tanpa kekuatan untuk melawan..

Fadjroel Rahman

fadjroelrachman

Fadjroel Rachman

lahir di Banjarmasin, 17 Januari 1964, adalah seorang peneliti, penulis, pengamat politi  dan aktivis mahasiswa tahun 1980-an.  Saat ini aktif mengembangkan Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan (Pedoman Indonesia) atau Research Institute of Democracy and Welfare State, dan kerjasama internasional di jaringan Southeast Asian Forum for Democracy, dan Asia Pacific Youth Forum (Tokyo). Pernah aktif di Forum Demokrasi, Konfederasi Pemuda dan Mahasiswa Sosialis Indonesia (KPMSI), dan Masyarakat Sosialis Indonesia (MSI/Ketua Badan Pekerja). Kandidat (42 besar) Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR). Sejumlah penelitian dan artikelnya dibukukan bersama seperti Social Democracy Movement in Indonesia, May Revolution and Mass Media.

Dia adalah alumni dari Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan pada masa orde baru akibat aktivitasnya menentang pemerintahan Orde Baru semasa menjadi mahasiswa Institut Teknologi Bandung.

Fadjroel bersama lima rekannya dipindah-pindah dari penjara satu ke penjara lainnya. Dari tahanan Bakorstanasda, ia dipindah ke penjara Kebonwaru, lalu ke Nusakambangan, dan terakhir di Sukamiskin.

Read the rest of this entry »

Nyanyian Masa Depan

Kata – kata ini adalah nyanyian..
Bukan sebuah lagu cinta ataupun irama berdansa..
Ini adalah uraian perjuangan..
Yang menghantam keras, menyimpan dendam diantara perdamaian..
Kata – kata ini bukan sekedar perbuatan..
Tapi jeritan terkeras, dan pukulan mematikan atas nama perlawanan..
Bagi kami barisan orang yang berdiri diantara mimpi dan kenyataan..
Ini bukan sekedar distorsi tajam ataupun hingar bingar irama kekerasan..
Namun juga sebuah doa, bagi kami yang berjuang keras diujung kehancuran..
Diantara kegelisahan.. tanpa sedikitpun kemapanan..

Dari sang belalang tua, untuk buruh harian, karyawan outsourcing dan semua lapisan pekerja rendah yang hanya bisa memandang gelapnya masa depan kalian. Kalian adalah peluru yang siap meluncur membabi buta kapan saja, hanya saja waktunya yang belum tiba, sabarlah menanti, saat itu akan tiba, dan buat diri kalian percaya, bahwa kita semua adalah sebuah kekuatan yang maha dahsyat, yang siap menghancurkan harapan – harapan, dan mimpi – mimpi masa depan bangsa ini yang kalian bangun tanpa lelah dan tanpa sedkitpun sisa penghargaan untuk kerja keras kalian.

Kesaksian Budiman

“Aku menjadi saksi atas penderitaan rakyatku yang tengah berjuang, dan akan kubawa kesaksian itu sampai ke pembebasannya.”

Budiman Sudjatmiko (lahir di Cilacap, Jawa Tengah, 10 Maret 1970; umur 38 tahun) adalah aktivis dari Partai Rakyat Demokratik yang menjadi tersangka dalam kasus Peristiwa 27 Juli. Ia dinilai bertanggung jawab dalam Peristiwa 27 Juli 1996 dalam penyerbuan kantor Partai Demokrasi Indonesia dan kemudian dijebloskan ke penjara. Setelah Indonesia dipimpin oleh Presiden B.J. Habibie, ia dan para tersangka lain dari Peristiwa 27 Juli diberi ampunan dan dibebaskan oleh Pemerintah Indonesia.

Belakangan, dia dan beberapa aktivis sealiran dalam Partai Rakyat Demokratik, PIJAR serta GMNI merapat ke PDIP dengan maksud dan tujuannya masing – masing. Orang seperti Budiman ini termasuk langka di negeri ini, dapat dibilang, dia adalah salah satu tokoh pergerakan politik terbaik di negeri ini, bahkan dalam sebuah perbincangan santai, tidak ragu – ragu mendiang Pramoedya A Toer menyebutnya sebagai tonggak dari angkatan muda yang kelak akan menyelamatkan bangsa ini.

Fajar Merah

Suatu hari, anak seorang korban penghilangan paksa menghadapi masalah di sekolah. Fajar Merah ditanya oleh gurunya mengapa ia mengisi kolom nama ayah dengan nama ibunya, Dyah Sujirah. Fajar menjelaskan bahwa ia tidak mengenal bapaknya. Ibunyalah yang membesarkan dia selama ini. Ibunyalah yang selama ini menjadi ayah bagi dia. Dia sendiri tidak tahu apa bapaknya masih ada atau tidak, karena ibunya juga tidak tahu. Ia tahu bahwa ayahnya adalah Wiji Thukul, tapi ia tidak mengenalnya dengan dekat karena dipisahkan kediktatoran, setelah pertemuan terakhir bulan Desember 1997, ketika Fajar ulang tahun yang ke-3.

Dimana kau sekarang berada wiji..??
Apabila kau masih berdiri, berdiri lah yang tegak..
Apabila kau sedang terduduk, terduduklah dengan nyaman..
Dan apabila kau sedang terbaring..
Terbaringlah dengan tenang..
Demi sang Fajar..
Yang masih merah berkobar seperti semangatmu yang dulu..

Mahkamah Konstitusi Membatalkan UU No. 16 Thn. 2008

Mahkamah Konstitusi, Rabu, 13 Agustus 2008 memutuskan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2008 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 45 tahun 2007 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2008 bertentangan dengan konstitusi negara Undang-undang Dasar 1945. Keputusan itu sebagai tindak lanjut dari permohonon uji materi yang diajukan oleh Moh. Surya beserta Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI.
Read the rest of this entry »

Orang-Orang Di Persimpangan Kiri Jalan

“Engkau tahu siapa saya? Saya Musso. Engkau baru kemarin jadi prajurit dan berani meminta supaya saya menyerah pada engkau. Lebih baik meninggal daripada menyerah, walaupun bagaimana saya tetap merah putih.”

Karena prajurit ini memang tidak bermaksud menembak mati Musso, ia lari ke desa di dekatnya. Sementara itu pasukan-pasukan bantuan di bawah Kapt. Sumadi telah datang. Musso bersembunyi di sebuah kamar mandi dan tetap menolak menyerah. Akhirnya ia ditembak mati. Mayatnya dibawa ke Ponorogo, dipertontonkan dan kemudian dibakar.

Soe Hok Gie, Orang – orang di persimpangan jalan.

Alexander Berkman

21 November 1870 – 28 Juni 1936

adalah seorang penulis asal Rusia dan juga seorang aktivis yang hidup dan banyak menghabiskan waktunya dalam bekerja di Amerika Serikat, di mana dia adalah seorang anggota terkemuka dari sebuah pergerakan anarkis disana. Berkman mempunyai hubungan yang erat dengan Emma Goldman salah seorang tokoh anarkis kelahiran Lithuania, dengannya pula ia sering berkolaborasi dan mengorganisir kampanye hak-hak sipil dan kampanye anti perang.

Read the rest of this entry »

« Older entries