Hangat Bulan

Malam ini kubiarkan pintu kamar ini terbuka sebagian
Biar dapat kulihat bulatnya bulan, yang tipis tertutup awan
Apakah nyenyak tidurmu malam ini sayang ?
Terjagalah walau hanya sejenak, dan tataplah bulan itu
Bulan yang sejak tadi kutatap, juga bulan yang kau dekap

Bila kau rasakan hangatnya, hingga kau sadari
Tanganku takkan mampu hangatkan mu seperti itu
Biar kutitipkan salamku kepada bulan itu
Agar selamanya kau ingat, bahwa aku pernah ada
Meskipun takkan setiap malam menemanimu

Dan bulan pun perlahan meredup
Sedikit demi sedikit awan menutupi bulat cahayanya
Seakan memberi makna, untuk misteri yang terungkap
Akhir dari sebuah mimpi, yang teramat panjang

Untuk ia yang pernah ada, saat kami berjalan dengan arah yang sama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: