Tutup Mulutmu

Jika mulutmu adalah pedangmu
Maka ragamu sebagai baju zirahnya
Dan bersiaplah melawanku
Karena sedetikpun aku takkan pernah bergeming
Hingga saat terakhir di neraka
Hanya untuk merah, hitam dan pengorbanan
Atas nama sebuah harga, nama dan pengabdian

1 Comment

  1. Bima bima said,

    13 March, 2009 at 1:11 am

    bisaan lah lamun puisi alus2


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: