Penjajahan Belum Berakhir

Semalam saya kedatangan saudara jauh dari kampung, sebutlah nama kecilnya ako, karena dengan nama itu saya panggil dia sejak kecil. Dia adalah satu-satunya saudara saya yang masih menggeluti usaha kerajinan senjata tajam di kampung peninggalan leluhur kami, maklum sebenaranya kami adalah keturunan langsung dari para pengrajin golok tradisional galonggong dari sebuah daerah pinggiran kota Tasikmalaya bernama Manonjaya.
Dan tanpa sadar, kami terlibat sebuah perbincangan yang cukup menarik, awalnya saudara saya bercerita mengenai ada seorang asing kebangsaan australia yang memesan golok tradisional dengan jumlah yg cukup banyak, dan semakin sering volumenya hingga saat ini. Jujur, sebagai seorang keturunan leluhur pengrajin senjata ini, saya pun merasa cukup bangga dengan keadaan ini, ini membuktikan bahwa hasil kreasi kami masih dapat digunakan oleh orang dari luar negeri. Namun entah kenapa, saya merasa amat penasaran, dan saya di tengah pembicaraan, saya pun menggenggam mice pointer ini dan mencoba untuk googling dengan beberapa petunjuk yang dia utarakan mengenai kehadiran sosok bule yang misterius ini.
Saudara saya tercengang, ketika di sebuah halaman situs asal australia, produknya terpampang dengan merk dagang lain, namun dia tidak pernah lupa akan sesuatu yang berhari – hari dia tempa dan menjadikannya sebuah parang ataupun golok. Rasa bangga ini mulai luntur, dengan adanya cap dari merk dagang lain dari setiap produk yang di tampilkan halaman situs tersebut, saya dapat melihat sebuah rasa kecewa yang dalam dari saudara saya yang malang.
Ini adalah potret nyata, dimana sangat memperjelas, betapa rendahnya kualitas intelektualitas bangsa ini, jujur, rasa bangga ini berubah menjadi sebuah kebencian, rasa sedih, ataupun dendam yang seperti terpatri dalam diri saya. Menurut saya, ini adalah sebuah penjajahan dalam bentuk baru, dan kenyataan ini membutuhkan sebuah pembenaran yang kongkrit, diatas segalanya.
Saya yakin para leluhur kami mungkin akan murka, dan bangun dari tidurnya yang panjang apabila mengetahui hal ini, maka itu sebagai seorang keturunannya, saya berjanji, saya akan memberikan pembenaran atas kekeliruan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: