Siang Pun Beranjak Tua

Siang hari, sudah tampak seperti petang
Saatnya aku untuk kembali pulang
Ke desa di kaki gunung, tempat aku dilahirkan
Berbekal ilmu, dan seruling bambu
Biar kuhimpun dan kuhirup, udara segar kebebasan
Atas segala kelelahan, dan segenap penantian sia-sia
Yang hampir menyerah, diantara setumpuk harapan

Seruling ku pun akan kerap bercerita
Dengan nada indah, diantara alam sejuk pegunungan
Menembus kabut, menyentuh tanah dan mencakar angkasa raya
Dengarkan indah nadanya.. menebar sejuta harapan
Dan beribu benih pohon masa depan,
maka kelak mereka akan tumbuh subur
Menjulang tinggi diantara pilar-pilar tangguh kesombongan

Untuk akhir sebuah penantian yang teramat panjang, melelahkan, dan hampir diantara keputusasaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: