Cerita Srikandi

Aku menjadi saksi diantara megahnya pertempuran
namun aku bukanlah seorang prajurit
bukan perwira, bukan pula telik sandi
Aku adalah seorang pandai besi
Yang setia, melayani para srikandi
Kuraut kayu terbaik, ku bentuk sebuah gondewa
Dari tungku apiku, hasilkan panah tertajam
Dan juga ku tempa keris paling bertuah

Betapa gagahnya tuanku
Berdiri kokoh diantara asap peperangan
Dan diatas basahnya tanah oleh keringat dan darah
Anak panahnya terbang mengejar tubuh – tubuh lawan
Kerisnya bertuah, menjadikannya api,
Yang berkobar menebarkan ketakutan

Namun pagi ini begitu hening
Matahari pagi, tanpa rasa enggan bersinar indah
Terasa hangat, tidak sedingin tungku tempa ku
Pertempuran masih belum berakhir

Namun tugasku sudahlah usai
Tungku ini tak akan pernah menyala lagi
Gondewa, keris, pedang dan tombak
Sudah ku sepuh dan mengeram di dalam peti
Meskipun kedamaian belum juga menampakkan diri

Kini saatnya aku untuk berlalu pulang
Dengan menggenggam banyak cerita
Tentang megahnya pertempuran ini
Juga tentang gagahnya srikandi
Akan ku ceritakan semuanya
Kepada kerabat dan keluarga di desa
Dengan penuh rasa bangga, dan tanpa kekecewaan


Belalang Tua yang sempat berada diantara sebuah pertempuran yang masih enggan berhenti..

5 Comments

  1. Bima Bima said,

    1 January, 2009 at 12:53 am

    bener-bener lah tipe puitis. orang ga bakal tau kisah ini nyata atau tidak. yang tau ini bisa jadi komoditas. seperti halnya menurut marx buruh adalah komoditas… salah nya…

  2. AyEx Merebean said,

    26 November, 2009 at 1:18 am

    Salam budaya, entah siapapun engkau, saya menyukai puisi tentang srikandi.
    Dengan rendah hati saya ingin meminta pertolongan anda. Saya ingin menulis naskah teater yang berhubungan dengan cerita srikandi yang sewatak dengan tulisan anda ini. bolehkah saya mendapatkan literatur anda dalam menulis naskah puisi ini??? Mohon bantuannya….

    • mommo69 said,

      28 November, 2009 at 12:09 am

      wow.. tampak terlalu tinggi pujiannya..
      saya bukan penulis.. hanya seorang pandai besi kampung..
      tapi apabila tertarik untuk bertukar pikiran.. silahkan add ym saya di “mommo_edan69”

      trims.

      • AyEx Merebean said,

        28 November, 2009 at 4:46 am

        Saya sungguh senang diberi kesempatan untuk berkenalan dengan anda… Saya juga baru belajar untuk menjadi seperti anda. Bahasa yang anda tuangkan dalam puisi tersebut sungguh apa adanya… Dan saya ingin belajar lebih dalam dalam menulis karya seperti anda. Apakah ada literatur yang anda gunakan dalam penulisan ataukah datang dari pengalaman atau imajinasi anda sendiri… mohon jawabannya..

        Salam budaya

  3. mommo69 said,

    29 December, 2009 at 2:00 am

    saya tak pernah belajar menulis.. saya orang yg punya high temp dan emosi yg meluap2… dan emosi berlebih ini hanya dapat “jinak” dengan menulis ataupun membuat pisau.. jadi mungkin lebih tepat.. setiap coret2an saya.. adalah memang cerita sehari2..
    sekali lagi thx..🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: