Fadjroel Rahman

fadjroelrachman

Fadjroel Rachman

lahir di Banjarmasin, 17 Januari 1964, adalah seorang peneliti, penulis, pengamat politi  dan aktivis mahasiswa tahun 1980-an.  Saat ini aktif mengembangkan Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan (Pedoman Indonesia) atau Research Institute of Democracy and Welfare State, dan kerjasama internasional di jaringan Southeast Asian Forum for Democracy, dan Asia Pacific Youth Forum (Tokyo). Pernah aktif di Forum Demokrasi, Konfederasi Pemuda dan Mahasiswa Sosialis Indonesia (KPMSI), dan Masyarakat Sosialis Indonesia (MSI/Ketua Badan Pekerja). Kandidat (42 besar) Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR). Sejumlah penelitian dan artikelnya dibukukan bersama seperti Social Democracy Movement in Indonesia, May Revolution and Mass Media.

Dia adalah alumni dari Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan pada masa orde baru akibat aktivitasnya menentang pemerintahan Orde Baru semasa menjadi mahasiswa Institut Teknologi Bandung.

Fadjroel bersama lima rekannya dipindah-pindah dari penjara satu ke penjara lainnya. Dari tahanan Bakorstanasda, ia dipindah ke penjara Kebonwaru, lalu ke Nusakambangan, dan terakhir di Sukamiskin.

Sekitar bulan November 2008 lalu, sebuah partai politik besar nasional PKS (Partai Keadilan Sejahtera), membuat sebuah daftar penghargaan bagi 100 Pemimpin Muda Indonesia dalam sebuah acara bertajuk Panggung Pemuda Indonesia di Bandung. Disinilah terlihat bahwa sosok tenang serius seorang Fadjroel Rachman selalu mengandung unsur kontroversi dan semangat revolusi, dengan gagah berani, beliau menyatakan menolak penghargaan tersebut, hanya karena PKS sempat menerbitkan sebuah iklan yang menyebutkan mantan presiden Soeharto adalah pahlawan dan guru bangsa. Hingga acara tersebut berakhir, beliau tidak pernah datang, meskipun namanya sempat di panggil.

Pada beberapa kesempatan di media – media nasional, beliau menyatakan, akan mencalonkan diri sebagai calon presiden independen, meskipun hingga saat ini, belum ada ketentuan yang jelas dari mahkamah konstitusi, dimana seorang calon independen berhak mengajukan diri sebagai presiden. Bahkan dalam sebuah kutipan berita, dia jelas – jelas mengatakan, “..Mahkamah konstitusi mengizinkan PILKADA diikuti oleh calon independen, seharusnya pilpres pun demikian..”

2 Comments

  1. 14 December, 2008 at 7:41 pm

    wah didinya pengagumna fadroel rahman..
    riwayatna rada mirip soekarno atau dimirip2 bisa. ke lamun jadi presiden na sama lah.
    tp dia bagus wani, teu bulat beulit jiga politikus lain. cuma manehnya teu boga partai.. ieu anu perbedaan mendasar jeung bung karno.

  2. mommo69 said,

    15 December, 2008 at 12:04 am

    Sampai hari ini, saya belum memutuskan untuk mengagumi seorang aktor politik pun..
    Tulisa ini hanya sebagai pandangan, bahwa dari seorang fadjroel rahman ada sebuah makna yang cukup unik, beliau adalah orang yang bertipikal ‘fighter’, bisa dikatakan sangat keras dan berani.
    Hal ini bisa dibuktikan dari sisi dimana beliau mencalonkan diri sebagai presiden meskipun tanpa partai. Saya menganggap hal ini adalah usaha beliau untuk mendobrak suatu gerbang demokrasi yang sesungguhnya.
    Dimana siapapun berhak untuk bersuara dan bertindak, selama tetap dalam jalur yang benar.
    Namun ada satu hal yang teramat disayangkan, sosok yang mirip dengan beliau di negara ini sebenarnya cukup banyak, namun beberapa diantaranya memiliki tingkat konsistensi dan resistansi yang kurang baik, paling tidak itu menurut pandangan saya sebagai orang awam.
    Terima kasih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: