Nasionalisme Murahan dan Sedikit Naluri Liar

17 Agustus 2008, saat matahari belum sepenuhnya bangkit dari tidurnya yang panjang..
Berdiri tegak, diantara debu dan angin kencang pelataran parkir sebuah gedung tinggi di jantung perkantoran bandung..
Akankah kepalaku masih disini, sedangkan pikiran ini melayang jauh pada 63 tahun yang lalu, saat – saat yang sebenarnya aku tidak begitu perduli..
Katanya ini adalah nasionalisme, dimana kita mengenang jasa pahlawan yang katanya gagah berani di balik perlawanan yang lebih mirip cerita dongeng atau film laga murahan di layar kaca..
Tapi katanya ini adalah semangat penerus bangsa, dimana penerus tentunya harus tahu betul apa yang harus diteruskan..
Dan aku bukanlah seorang yang mengetahui pasti apa yang harus diteruskan..
Selain lorong – lorong kumuh dan sempit, yang katanya jalan menuju kehidupan yang lebih baik..
Apapun itu, mungkin tidak ada hubungannya dengan 17 Agustus 1945..
Seorang westerling pun mungkin akan bangun dari kuburnya hanya untuk tertawa terguling – guling melihat bangsa ini hancur perlahan..
Akan kah ada seseorang yang menyelamatkan bangsa ini..??
Yang jelas, bukan seorang bintang iklan yang akan melakukannya, karena daripada melihat iklan bapak – bapak yang pintar itu, lebih baik melihat luna maya atau pun bidadari lainnya..
Maka daripada hanya berdiri sia – sia diantara barisan upacara dan angin kencang yang tidak bosannya bersiul..
Lebih baik kunikmati pemandangan indah yang terhalang diantara celah daun telinga kawan dan seorang kerdil di depan barisan upacara..
Anggaplah bidadari kedinginan itu adalah seorang kartini, dewi sartika, atau bahkan cut nyak dhien..
Inilah rasa nasionalisme yang sesungguhnya, dimana semua ini dapat kita rasakan sangatlah nyata..
Wahai bidadari cantik, yang mengigil kedinginan diantara diantara telinga kawan dan sosok kerdil dalam barisan..
Akan kutelanjangi keindahan nalar itu dengan sorot mata ku yang menghujam tanpa ampunan..
Biar kita rasakan, sebuah kemerdekaan diantara megahnya lagu – lagu perjuangan..

17 Agustus 2008, Pk. 07.00 Upacara di Graha Bumiputera Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: